Penulis: Raka D. (XII IPA 2)
Aku pikir, menyatakan perasaan adalah hal paling berat yang pernah aku lakukan. Tapi ternyata, yang lebih berat adalah menerima kenyataan bahwa perasaanku tidak berbalas.
Hari-hari setelah itu terasa hampa. Aku mempertanyakan diriku sendiri—kurang apa aku, salahku di mana? Tapi semakin aku tenggelam dalam pertanyaan itu, semakin aku sadar: tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan kita. Dan itu tidak apa-apa.
Dari pengalaman itu, aku belajar tentang ikhlas. Bukan dalam arti pasrah, tapi menerima kenyataan tanpa dendam. Aku tetap melangkah, membawa luka yang pelan-pelan sembuh. Sekarang aku tahu, patah hati bukan akhir, tapi awal dari proses mencintai diri sendiri.
0 comments:
Posting Komentar