Kamis, 26 Juni 2025

Saat Aku Menangis di Tengah Doa

Penulis: Zaskia R. (XI IPS 3)

Malam itu, aku merasa begitu lelah. Bukan karena tugas atau pelajaran, tapi karena hidup terasa terlalu berat. Dalam keheningan kamar, aku berdoa. Entah mengapa, air mata mulai mengalir. Doa yang awalnya hanya rutinitas berubah menjadi curahan hati yang paling jujur.

Aku sadar, menangis di tengah doa bukan kelemahan. Justru di saat itulah aku merasa paling dekat dengan Tuhan. Tidak ada yang aku sembunyikan, tidak ada topeng. Hanya aku, dengan seluruh luka dan harapan.

Sejak malam itu, aku belajar bahwa menangis bukan tanda rapuh. Itu tanda bahwa hati kita masih hidup, masih punya harapan, dan masih percaya bahwa Tuhan mendengar.

0 comments:

Posting Komentar