Minggu, 08 Juni 2025

Manusia, Masalah, dan Hati yang Tak Pernah Sederhana

Manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan maupun permasalahan. Keduanya adalah bagian dari hidup—dan menghindarinya adalah hal yang mustahil.

Hidup sendiri sudah merupakan beban tersendiri. Dan mati? Bukan solusi. Karena bagi yang meyakini, kematian justru adalah awal dari kehidupan yang lebih panjang—dan tentu, lebih besar pertanggungjawabannya.

Namun tenang saja, kita tidak sendiri. Kita masih punya Tuhan.
Dan untungnya, Tuhan kita Maha Segalanya.

Berbuat kesalahan? Maka istighfarlah. Karena Tuhan Maha Pengampun bagi siapa saja yang sadar, menyesal, dan mau memperbaiki diri.
Punya permasalahan? Hadapi. Karena Tuhan Maha Besar, dan tidak ada satu pun masalah yang lebih besar dari penciptanya. Tidak mungkin ciptaan melebihi Sang Pencipta, bukan?

Tapi persoalan manusia tidak berhenti di sana. Ada satu hal yang lebih rumit lagi: hati.

Hati adalah sesuatu yang rumit. Bahkan pemiliknya pun sering tidak memahaminya.
Ia bisa begitu cepat berubah. Hari ini senang, esok sedih. Hari ini tenang, besok gelisah. Ia bisa terluka, kecewa, bahagia, marah, bahkan mencintai dan memaafkan… dalam waktu yang bersamaan.

Maka yang paling bijak dilakukan adalah: sandarkan hati itu kepada Sang Pemiliknya.

Karena hanya Dia yang benar-benar memahami.

Bagaimana caranya? Sejak kecil, kita diajarkan tentang berdoa. Maka berdoa adalah satu cara terbaik untuk menjaga hati tetap dalam kendali. Doakan hati agar tetap tenang, dalam segala keadaan.

  • Ketika bahagia, mohonlah agar diberi kesadaran untuk bersyukur dan tidak berlebihan.

  • Ketika sedih, mintalah kekuatan agar tetap tenang dan yakin bahwa kesedihan bukan kesalahan—hanya bagian dari proses.

  • Ketika marah, mohonkan perlindungan agar tidak terpancing melakukan atau mengucapkan hal-hal yang menyakitkan. Karena marah sering kali bukan datang dari logika, tapi dari bisikan yang menyesatkan.

Intinya, hati butuh ketenangan, bukan pelarian.
Dan ketenangan sejati hanya bisa diberikan oleh Dia yang menciptakannya.

0 comments:

Posting Komentar