Banyak dari kita, entah sadar atau tidak masih saja membebani seseorang dengan masa lalunya. Menganggap dia tetap sama dengan versi lamanya, seolah segala usaha dan proses perbaikannya tak pernah cukup. Kita mudah memberi label: “Dulu dia begitu,” lalu lupa melihat bahwa manusia bisa bertumbuh.
Padahal, tidak ada satu pun dari kita yang sempurna sejak awal. Setiap orang punya perjalanan, titik jatuh, dan kesempatan untuk bangkit.
Jangan begitu, Teman.
Setiap orang berhak memilih seperti apa hidup yang ingin ia jalani.
Setiap orang punya hak untuk berubah, baik demi dirinya sendiri, ataupun demi kebaikan bersama.
Tugas kita?
Bukan mengungkit masa lalunya. Tapi mendukung proses perbaikannya, selama perubahan itu mengarah pada kebaikan dan tidak menyimpang dari nilai-nilai yang benar.
Masa lalu yang buruk, bukan berarti masa depan yang suram.
Kadang justru dari masa lalu yang kelam, seseorang bisa tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.
Kadang justru dari masa lalu yang kelam, seseorang bisa tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.
Berhentilah membuat orang lain hidup di bawah bayang-bayang masa lalunya.
Mereka sudah cukup berjuang dengan dirinya sendiri. Tak perlu kita tambahkan luka dengan penghakiman.
Mereka sudah cukup berjuang dengan dirinya sendiri. Tak perlu kita tambahkan luka dengan penghakiman.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan tentang bagaimana seseorang memulai hidupnya, tapi bagaimana ia menyelesaikannya.
0 comments:
Posting Komentar