“Sudah berdoa siang dan malam, tapi mengapa belum juga dikabulkan?”
Pertanyaan seperti ini sering muncul di hati, diam-diam ataupun lantang. Apalagi ketika doa-doa yang kita panjatkan terasa begitu mendesak, penting, dan penuh harap. Tapi tak juga terlihat tanda-tanda terkabul. Lalu muncul rasa kecewa, lelah, bahkan mungkin ragu.
Namun sebelum larut dalam prasangka, mari kita berhenti sejenak. Tenangkan hati. Lalu, lakukan satu hal penting: muhasabah diri.
1. Bisa Jadi, Caraku Meminta Belum Sungguh-Sungguh
Berdoa bukan sekadar menyebutkan harapan. Ia adalah bentuk kehambaan yang paling jujur—mengakui bahwa kita lemah dan Allah Maha Kuasa. Tapi sering kali, doa kita hanya sebatas lisan. Hati masih setengah percaya, pikiran masih penuh perhitungan. Maka tak heran jika doa itu menggantung di langit.
Tanyakan pada diri sendiri: “Sudah seberapa dalam keyakinanku kepada-Nya saat aku memohon?”
2. Mungkin Allah Sedang Menguji Kesabaran dan Keteguhan Kita
Allah Maha Tahu waktu yang paling tepat. Penundaan bukan berarti penolakan. Kadang, kita justru sedang ditempa: agar sabar kita tumbuh, agar yakin kita menguat, agar kita tidak hanya berdoa demi hasil, tetapi demi dekatnya hubungan dengan Sang Pencipta.
Doa yang tak kunjung terkabul sering kali menjadi jembatan menuju kedewasaan jiwa.
3. Atau… Ada Kewajiban yang Kita Abaikan?
Jangan-jangan, bukan doa yang belum naik. Tapi kita sendiri yang belum layak menerima. Coba koreksi: bagaimana salat kita? Hubungan kita dengan orang tua? Dengan sesama? Seberapa sungguh kita menjalani kewajiban kita sebagai hamba?
Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari dalam Al-Hikam pernah berkata:
“Jangan kamu menuntut Allah karena tertundanya keinginanmu, tapi tuntutlah dirimu karena telah lalai terhadap apa yang Allah tetapkan atasmu.”
Kalimat ini mengingatkan: jangan sibuk menagih hak, kalau kita sendiri belum menunaikan kewajiban.
Seperti halnya manusia bekerja dulu baru mendapat upah, begitu pula dengan doa. Kita perlu “bekerja keras” secara batin, dalam bentuk ibadah, taubat, dan kesungguhan.
4. Berhenti Menuntut, Mulai Mendekat
Allah tidak pernah menolak hamba-Nya yang datang dengan rendah hati dan penuh keyakinan. Maka daripada terus bertanya “kenapa belum dikabulkan?”, lebih baik mulai bertanya “apa yang harus aku perbaiki agar layak dikabulkan?”
Bisa jadi, terkabulnya doa itu adalah saat kita diperbaiki lebih dulu oleh Allah, bukan hanya soal hasil, tapi juga soal menjadi hamba yang lebih baik.
Yang terpenting, jangan berhenti berdoa. Tapi juga jangan berhenti memperbaiki diri.
0 comments:
Posting Komentar